Tampilkan postingan dengan label Berita-Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita-Berita. Tampilkan semua postingan

Hasil Kelulusan Siswa SMA/SMK/MA di Jabar

Hasil Kelulusan Siswa SMA/SMK/MA di Jabar, Sebanyak 99,93% dari total siswa SMA/SMK/MA di Jabar lulus Ujian Nasional (UN) 2011. Angka itu bisa saja bertambah dari UN susulan yang dilakukan setelahnya.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menilai tingkat kelulusan UN tingkat SMA/SMK/MA di Jabar tergolong bagus karena masih ada peluang mencapai 100% dari hasil UN susulan.

"Tidak ada masalah. Tingkat kelulusannya bagus. Nanti kan ada ujian susulan, kalau lulus juga bisa 100%," kata Heryawan usai menghadiri pelantikan DPW PPP Jabar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Minggu (15/5/2011).

709 Siswa SMU & SMK di Jatim Tidak Lulus UN

Siswa SMU & SMK di Jatim Tidak Lulus UN, Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMU belum resmi diumumkan. Namun, pihak Dinas Pendidikan (Diknas) Jatim telah mengumumkan jika sebanyak 709 siswa SMU/MA/SMK dinyatakan tidak lulus.
Para siswa ini dinyatakan tidak lulus karena nilai dalam UN tidak mencapai angka minimal 5,5.

"Para siswa yang tidak lulus ini bisa saja tidak mengikuti UN karena sakit atau izin sehingga nilainya tidak tercapai sehingga tidak lulus," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun kepada wartawan dalam jumpa pers pengumuman kelulusan UN tingkat SMA/SMK/MA, Sabtu (14/5/2011).

Harun mengatakan, pihaknya telah memberikan salinan hasil kelulusan kepada seluruh kepala sekolah tingkat SMA sederajat di Jawa Timur. Dia juga mengungkapkan jika Jawa Timur berada di peringkat kelima nasional dalam angka kelulusan.

Pemanasan Global Bikin Daerah Tropis Makin Kering

Pemanasan Global Bikin Daerah Tropis Makin Kering, Seiring meningkatnya suhu akibat pemanasan global, wilayah tropis yang banyak dihuni manusia tampak kian kering. Seperti apa?

Peneliti University of Pittsburgh melakukan studi berdasarkan penelitian data iklim 2.300 tahun dari danau Andes Mountains. Para peneliti menyimpulkan, seiring meningkatnya suhu di bumia belahan utara, wilayah tropis akan mengalami musim panas yang sangat kering.

Peneliti menemukan, wilayah garis katulistiwa Amerika Selatan sudah mulai kekurangan hujan. Inti sedimen 1,8 meter dari Laguna Pumacocha di Peru menunjukkan, hujan selama musim panas di Amerika Selatan turun sejak 1900.
Hal ini menjadi perubahan besar pola hujan sejak 300 Sebelum Masehi (SM). Sementara itu, Bumi belahan utara mengalami suhu yang lebih hangat. "Model ini menunjukkan, wilayah tropis menjadi kering hingga pada titik yang belum diprediksikan,” ungkap profesor geologi dan sains planet Mark Abbott.
Jika hal ini terus berlanjut, persediaan air akan terganggu dan akan menyebabkan efek yang parah pada sumber air di Bumi, tutupnya. [mor]

Gara-Gara Ponsel, Populasi Lebah Dunia Turun

Populasi Lebah Dunia Turun, Pemimpin tim Dr Daniel Favre yakin, sinyal ponsel menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya populasi lebah dunia dalam kurun 25 tahun terakhir. Populasi lebah madu di Inggris, kini berkurang setengahnya.
Sementara itu, di Amerika Serikat (AS), koloni lebah tiba-tiba menghilang di musim dingin. Untuk itu, tim melakukan uji dengan meletakkan ponsel di bawah sarang lebah. Setelah itu, tim peneliti secara seksama memperhatikan reaksi lebah.
Tim menemukan, lebah bisa mengetahui saat ponsel menerima ataupun melakukan panggilan. Sekitar 20-40 menit setelah ponsel diaktifkan, lebah-lebah ini mengeluarkan lengkingan suara tinggi dan menjadi gelisah.
Setelah dua menit panggilan telepon berakhir, gerak lebah kembali tenang. Meski penelitian ini tak langsung membuktikan sinyal ponsel bisa membunuh lebah, Favre berkeras gelombang elektromagnetik sinyal ‘berkontribusi’ dalam berkurangnya populasi lebah dunia.

Ular Phyton Sepaha Orang Dewasa Ditangkap Warga

Pasuruan - Ular Phyton berukuran besar ditangkap warga Dusun Tempel, Desa Legok, Gempol, Pasuruan. Ular dengan panjang 5 meter dan berukuran sekitar paha orang dewasa itu ditangkap Supardi (55) bersama 4 orang tetangganya.

Penangkapan itu menurut Supardi berawal dari laporan seorang pengguna jalan yang melihat adanya ular di saluran air yang berada di pinggir jalan sekitar 15 meter dari rumahnya.

Setelah mendapat laporan itu, Supardi bersama adiknya yang bernama Gito (35) mencoba mencari beradaan ular tersebut. Namun saat dilakukan pencarian selama hampir satu hari, keberadaan ular tersebut tidak juga ditemukan.

"Seharian kita cari tapi tidak ketemu," ujar Gito, saat berbincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (10/5/2011).

Karena tidak menemukan hasil, lanjut Gito keduanya pun pulang ke rumah. Namun, pada Jumat (6/5/2011) malam, saat dirinya tidur, dia mengaku bermimpi ditemui oleh almarhum ayahnya. Dalam mimpi itu, ayahnya mengatakan jika dirinya dilarang mencari ular tersebut. Karena tanpa dicari, ulat tersebut nantinya akan datang sendiri ke rumahnya.

"Ga sah kon goleki. Mengko ulo itu moro dewe nang omah (Tidak usah ducari. Nanti ular itu datang sendiri ke rumah)," ujar Gito, menirukan ucapan ayahnya.

Setelah itu tambah Gito, pada Sabtu (7/5/2011) siang, ular tersebut tiba-tiba sudah berada di samping rumah. Orang yang pertama kali melihat ular tersebut adalah Bu Rukanah, orang tua Gito. Karena takut, ibunya berteriak keras mengatakan jika ada ular di samping rumah.

Aksi memalukan Anggota DPR

Aksi memalukan Anggota DPR, lagi-lagi isu brutal dan memalukan muncul di kalangan angota dewan kita. oh... mau jadi apa negeri ini. sungguh ngeri....Noura Dian Hartarony, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, dikabarkan mabuk dan menari-nari di atas meja di sebuah cafe di Jakarta. Dia membantah keras semua pemberitaan tersebut. Dia merasa ada pihak yang berusaha membunuh karakternya karena sedang menangani sebuah kasus korupsi.
"Tapi, itu baru dugaan," ujar Noura saat akan menghadiri Sidang Paripurna DPR RI, Senin (9/5). Ini merupakan hari pertama anggota dewan memulai Masa Sidang IV DPR RI Periode 2010-2011 setelah reses sebulan kemarin.
Pada Kamis (6/5) lalu, Noura diberitakan mabuk di Cafe Bibliotik, Sudirman, Jakarta. Dalam kondisi mabuk itu, Noura dikatakan sempat naik ke atas meja dan menari-nari sambil membagikan kartu nama anggota DPR miliknya.
"Itu semua fitnah," tegas Noura yang mengenakan busana muslim lengkap dengan kerudung putihnya saat tiba di Gedung DPR. Namun, dia membenarkan bahwa dirinya waktu itu sedang berada di sebuah restoran. Namun, dia mengaku bukan berada di Bibliotik seperti yang disebutkan.
 
© Copyright 2010-2011 Catatan Lingkungan Bumi 2012 | Pemanasan Global All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by amad soim | Powered by Blogger.com.